Cara Gila Belajar Bahasa Jepang - Interpreter Gadungan
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Gila Belajar Bahasa Jepang

Interpreter Gadungan - Meskipun aku telah belajar bahasa Jepang beberapa tahun lalu, aku masih belum mahir sama sekali. Bahkan, level bahasa Jepang aku justru masih rendah, nggak ada peningkatan sama sekali. Lalu, aku cek aplikasi google dan iseng iseng menggunakan google voice dan bilang "How to learn Japanese" and boom, ada artikel yang bagus berisi tentang cara gila belajar bahasa Jepang. Seperti apa ya?
Cara Gila Belajar Bahasa Jepang
Pixabay

Akhir akhir ini aku sering memikirkan tentang kehidupan. Aku belajar bahasa Jepang di Universitas beberapa tahun lalu, tapi kok nggak bisa dapat JLPT N1. Sekarang masih dikisaran JLPT N5, N4 dan N3. Hehe. Padahal, jika aku gunakan waktu tersebut dengan sungguh sungguh, maka harusnya aku mahir dan bisa jadi profesional dibidangku. Misalnya dosen, guru atau interpreter. Tapi, kenapa masih bodoh juga ya? 

Apakah ada yang salah dari aku? Jika mikir terkait rohani, katanya jika kita berbuat dosa banyak, maka ilmu akan menjauhi kita. Benar! Aku masih jauh dari baik, tapi selalu berusaha untuk baik. Lalu, jika belajar bahasa Jepang hubungannya apa? Aku juga menjadi interpreter beberapa tahun ini, bahkan aku pikir cukup membantu dalam pembelajaran, meskipun jika menyangkut bahasa teknik, aku masih belum bisa. Salah dibagian mana ya?

Sambil memikirkan hal hal tentang bahasa Jepang dan kehidupan, aku juga buka timeline facebook. Lalu, aku melihat postingan video dari kenalan aku yang orangnya sangat pintar bahasa Jepang. Dia juga lulus N1 hampir sempurna nilainya. Judul yang dia sematkan pada video tersebut terkait dengan lulus JLPT N1.
Cara Gila Belajar Bahasa Jepang
Pexels

Baca Juga:

Wah, orang orang yang ada di video tersebut hebat. Kok mereka bisa ya? Pasti pintar nih orang. Dan, benar saja, orang orang yang ada di video tersebut memang orang pilihan. Satu diantara orang yang ada di video tersebut merupakan penerima beasiswa mombukagakusho (Departemen Pendidikan dan Olahraga Jepang). Mereka tinggal di Jepang lebih dari 5-11 tahun. Mereka juga pernah mengecap belajar di jenjang S1 dan S2. Bahkan ada yang kerja di Jepang juga. Keren banget ya pengalamannya.

Menonton video tersebut membuatku tertarik untuk membuka buku bahasa Jepang dan menggali lagi "aku yang dulu". Kenapa aku belajar bahasa Jepang? Jika aku bisa membangkitkan motivasi tersebut, maka aku bisa seperti mereka. Karena aku merasa, mungkin motivasilah yang kurang dari aku. Siapapun orangnya, jika motivasinya luar biasa besar, maka rintangan apapun akan bisa dihadapi.

Ada ucapan dari interviewer yang bilang bahwa motivasi harus kuat dan basic nya harus benar benar kuat. Aku pikir, memang fondasi harus kuat agar bangunan juga nggak gampang rubuh. Mungkin aku kurang motivasi dan juga kurang kuat di basic. Gara gara sering tidur kali ya pas kuliah dulu. 

"Ampun, Poppy Sensei!"

Baiklah, tanpa basa basi, aku akan tuliskan dengan lebih jelas, apa yang membuat aku nggak bisa menggapai tingkat lebih mahir dalam bahasa Jepang. Ingat, ini juga melalui perenungan aku ya. Kalo kamu merasakan hal yang sama, ayo lanjutkan baca:

1. Motivasi kurang 

Bayangkan jika kamu kurang motivasi atau nggak punya motivasi, maka hidup seakan nggak ada tujuan. Bekerja hanya menuruti perintah bos, ngak ada ide kreatif atau energi positif bagi sekitar dan perusahaan. Sekolah hanya sekedar main! Tetapkan tujuan! Misalnya kamu harus lulus N1, mendapat beasiswa, punya kendaraan motor terbaru, semakin sholeh atau apa. Tetapkan dan fokuskan tujuan, maka motivasi akan tetap terjaga dan menyala. 

2. Basic Bahasa Jepang diperbaiki

Masih ingat kan kamu dimarahi dikelas oleh siapa? Hampir semua guru pada tahu kamu tukang tidur. Jika keluar kelas, maka kamu tiba tiba fresh nggak ada hambatan. Bikin dosen dan gurumu kesal karena dikira nggak menghargai. Iya, kamu. Hahaha. Bisa jadi karena motivasi kurang, belajar juga enggan. Akhirnya belajar basic atau dasar yang wajib kamu pelajari justru lemah atau bobrok. Alhasil ketika lanjut ke tingkat yang lebih tinggi, kamu susah untuk menjangkaunya. Benar atau salah?

3. Dekatkan diri pada Allah

Untuk yang satu ini aku ingin mendaftarkan poin tersendiri. Kenapa? Karena aku membandingkan aku yang dulu (SD, SMP), prestasi belajarku bagus, malah mungkin sangat bagus. Untuk ngantuk, aku masih sering, tapi nggak tahu kenapa belajar rasanya gampang. Kenapa? Aku beranggapan bahwa aku masih jauh dari dosa. Kegiatanku yang masih anak anak dan polos hanya berkisar bermain, belajar dan ngaji. Untuk ngaji, aku hampir nggak pernah lupa. Dan nggak tahu kenapa, aku juga bukan orang yang suka belajar serius. Biasanya hanya belajar sehabis isya lalu nonton TV. 
Cara Gila Belajar Bahasa Jepang
Pexels

Kalo dipikir lagi, ada kaitannya kali ya terlalu banyak mendekati dan berbuat dosa dengan kemampuan aku. Hahaha, boleh percaya atu tidak. Tapi diusia dewasa, udah nggak akayak anak anak atau remaja lagi.

Lalu, bagaimana cara gila agar bisa bahasa Jepang? Sabar. 

Cara aneh atau gila yang digunakan adalah selama 1,5 tahun kedepan, dengarkan bahasa Jepang sebanyak 10.000 jam. Ngerti dan nggak ngerti, dengarkan! Kok bisa? Korelasinya apa? Jangan lupa baca artikel lanjutannya di sini ya.

Artikel asli cara gila belajar Bahasa Jepang ada link berikut.

Atau bisa klik link artikel selanjutnya.
Fuji Haru
Fuji Haru Hi, semoga tulisan sederhana ini bisa membantu.

Post a comment for "Cara Gila Belajar Bahasa Jepang"