Pengalaman menjadi interpreter bahasa Jepang sampai suara habis - Interpreter Gadungan
Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengalaman menjadi interpreter bahasa Jepang sampai suara habis

Interpreter Gadungan - Menjadi interpreter merupakan pekerjaan yang sebelumnya nggak terpikirkan sama sekali. Memang benar ada hubungannya dengan bahasa Jepang, salah satu bahasa yang aku sukai sejak SMA, tapi menjadi Interpreter secara real? Ouch, mimpi nggak ya? Ternyata menjadi interpreter membuat suaraku habis.

Pengalaman menjadi interpreter bahasa Jepang sampai suara habis

Aku interpretergadungan

Interpreter atau banyak juga yang menyebutkan sebagai penerjemah menjadi pekerjaan aku beberapa tahun terakhir. Banyak pengalaman yang aku dapatkan dari pekerjan baru ini. Aku bisa bertemu orang baru, ilmu baru, kosakata baru dan duit baru (gaji gede).

Please, sebelumnya jangan anggap aku seorang interpreter yang handal karena aku hanyalah interpreter amatiran yang belum tahu banyak. Ilmu kebahasa Jepanganku juga nggak pintar. Jika mau nanya langsung kemampuanku, silahkan tanya dosen bahasa Jepangku. Aku dikenal suka tidur dikelas, tapi aku seorang yang mau belajar.

Penerjemah itu seolah pekerjaan yang keren ya, apalagi ada semacam penerjemah online, penerjemah tersumpah, penerjemah freelance, dll. Mendengarnya saja aku merasa bangga, soalnya aku masih amatir, gadungan.

Menjadi seorang interpreter atau translator, fee atau gajinya cukup besar lho dibandingkan pekerjaan aku sebelumnya. Makanya aku cukup suka dengan pekerjaan ini. Aku bisa bantu diriku sendiri atau orang lain dengan hasil kerja kerasku.

Aku akan bercerita tentang pengalamanku menjadi interpreter

Karena posisi interpreter cukup penting di perusahaan, aku sering dibutuhkan oleh vice president director atau president. Bahkan, jika aku nggak masuk perusahaan, dia kadang cemberut dan nanya ke aku.

"Kenapa nggak masuk kerja? Kemarin banyak kerjaan aku yang tertunda karena kamu nggak masuk."

Cara ngomongnya sih cemberut dan juga diselipi candaan, tapi menohok aku banget. Ternyata aku dibutuhkan. seneng? Pasti karena keberadaan aku diapresiasi. Karena itulah, aku semakin giat bekerja karena jika aku nggak saling bantu, maka bagian lain akan terhambat.

Alasan saat itu nggak masuk kerja adalah karena aku sakit. Karena seringnya aku menerjemahkan untuk vice president di genba (lapangan) dan meeting meeting, suaraku habis dan terkena radang tenggorokan. 

Sebelum suara aku habis, gejala flu, sulit menelan makanan dan minuman telah aku rasakan. Cuma karena sibuk kerja, terkadang lupa makan dan minum, akibatnya kondisi drop.

Sebelum aku tepar banget, suara aku udah mau habis. Suara serak dan serasa ada yang mengganjel terus aku alami selama menerjemahkan. Orang Jepang juga udah mengetahui akan hal ini, tapi karena pekerjaan masih banyak, makanya terus digunakan.

Dan, minus 1 hari sebelum tepar, aku mengalami demam tinggi. Itupun aku masih tetap bekerja karena nggak mau mengecewakan banyak orang. Malamnya benar benar panas dingin dan keringat banyak mengucur. Aku putuskan besok untuk nggak masuk kerja. Meskipun tiba tiba, mungkin president director bisa memakluminya karena telah mengetahui kondisi aku sebelumnya.

Siangnya aku ke dokter dan dicek. Dokter bilang aku kena radang tenggorokan dan diminta beristirahat dan minum obat sampai tuntas. Obat yang bisa aku lihat komposisinya adalah vitamin c, vitamin b dan juga antibiotik. 

Baca Juga:

Selama sakit itu, tenggorokanku sakit bukan main. Suara juga hilang. Untunglah orang Jepang memaklumi ketika aku bilang sakit.

Semenjak sakit itu, aku lebih mengutamakan kesehatan, apalagi tugas aku yang sering bicara untuk menerjemahkan orang Jepang. 

Beberapa cara yang aku gunakan agar tetap fit dan terhindar dari radang tenggorokan adalah sebagai berikut:

1. Olahraga

Sebisa mungkin aku olahraga agar tubuh tetap bugar

2. Minum air banyak

Banyak banyaklah minum air putih agar tubuhmu segar dan terhindar dari rasa sakit. Kurang minum kadang membuat badan menjadi sakit. Minum hangat akan sangat bagus bagi tubuh.

3. Minum sari kurma

Minuman warna kecoklatan ini sangat aku suka. Madu yang dicampur dengan kurma menjadi minuman bernutrisi yang hemat. Harganya sekitar Rp. 25.000, tapi khasiat yang dihasilkan luarbiasa.

Pengalaman menjadi interpreter bahasa Jepang sampai suara habis

4. Berkumur dengan air garam

Jika ada mouthwash, aku akan menggunakannya untuk berkumur, tapi jika nggak ada, maka aku akan campurkan garam dapur dengan air hangat dan berkumur dengan air tersebut.

Baca Juga: Obat radang tenggorokan alami untuk orang dewasa

5. Istirahat

Jika sakit, perbanyak istirahat agar tubuh bisa beristirahat dengan total. Jika telah cukup istirahat, maka badan akan kembali bugar.

Dengan menggunakan cara cara diatas, alhamdulillah aku bisa menghindari radang tenggorokan. Jika sakit berlanjut, segera hubungi dokter.
Fuji Haru
Fuji Haru Hi, semoga tulisan sederhana ini bisa membantu.

Post a Comment for "Pengalaman menjadi interpreter bahasa Jepang sampai suara habis"