Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hal yang perlu diperhatikan saat di Jepang

Interpreter Gadungan - Jepang adalah negara maju yang unik. Karena unik, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti sumpit nggak boleh ditancapkan di mangkuk nasi, sebelum berendam onsen harus mandi terlebih dahulu, masuk onsen harus tanpa busana, dll. Gunanya buat apa ya?

Jepang adalah satu negara maju yang sangat diperhatikan dunia. Hal lain yang membuatnya maju dan menjadi destinasi wisata yang unik dan indah adalah karena budayanya. Namun, budaya Jepang terkadang nggak diketahui oleh kita sebagai pelancong atau orang asing. Karena ketidaktahuan ini, maka terjadi salah paham. Agar kekeliruan tidak terjadi, alangkah baiknya memperhatikan hal hal berikut selama kamu berada di Jepang.
Hal yang perlu diperhatikan saat di Jepang
Selesai berendam di Onsen dekat Maebashi eki

Tinggal di Jepang dan mengalami langsung kehidupan dan budayanya membuatku banyak belajar hal. Menghargai kebudayaan leluhur dan juga membuat diri semakin maju dengan semangat luarbiasanya. Beberapa hal yang aku sebutkan juga berasal dari pengalaman bodoh dan salah yang dilakukan ketika di Jepang. Jangan diulangi oleh kalian ya!

Inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan, bahkan harus diperhatikan ketika kamu mengunjungi Jepang:

1. Gunakan Masker jika sakit

Bukan hanya saat sakit orang Jepang menggunakan masker, tapi hari biasapun mereka menggunakan masker. Kegunaan masker banyak sekali lho. Disamping menghindari polusi udara, masker juga melindungimu dari debu debu atau bibit bunga yang beterbangan (kafunsho).

Yang paling penting adalah ketika kamu sakit, wajib sekali kamu menggunakan masker agar bibit penyakit yang ada di kamu nggak menular ke orang lain.

Masker juga bisa menutupi muka kusut dan belum mandi, ya meskipun hanya setengahnya. Hehe.

Baca juga: Biaya operasi di Jepang

2. Tanyakan jika nggak tahu

Meskipun hidup di Jepang gampang dan mengasyikan, jika kamu nggak tahu, maka alangkah baiknya bertanya. Misal bertanya arah, komposisi makanannya apa (aku biasanya menanyakan apakah ada babi atau nggak), atau mengisi formulir saat berada di shiyakusho (balai kota).

Lebih baik bertanya daripada sesat dijalan. Dan, menurutku orang Jepang jago sekali dalam membaca atau membuat gesture ketika menjelaskan sesuatu. Aku pernah mengalaminya saat mengurusi pajak di shiyakusho.

3. Jangan memetik sakura 

Sebenarnya bukan hanya sakura saja yang nggak diperbolehkan memetiknya, tapi bunga lain juga sama. Kecuali bunga bank atau jualan bunga kali ya. Karena sakura hanya mekar bebrapa minggu, maka diharamkan bagimu untuk memetiknya. Jika ingin menikmati atau memiliki sakura, kamu bisa beli di toko tanaman atau mengambil sakura dari tanah (yang telah jatuh).

4. Jangan corat coret

Jika kamu masuk toilet dan berharap membaca tulisan seperti ini:

"I Love You, Zainab!"

"Hubungi aku di 08127868XXXX"

Mungkin kamu sedang ada di Indonesia karena banyak tulisan tangan jail di dinding toilet. Jika di Jepang, mungkin jarang dan hampir nggak pernah melihat tulisan seperti itu. Meskipun aku pernah melihat coretan sih saat berada di toilet taman di kota Maebashi. 

Jangan sekali kali kamu corat coret karena itu adalah fasilitas publik yang harus dijaga kebersihannya.

Hal yang perlu diperhatikan saat di Jepang

5. Jangan gunakan earphone saat berkendara

Karena selama di Jepang aku sering berkendara menggunakan sepeda, maka belanja, baito (part time job) atau sekolah selalu menggunakan sepeda tersebut. Untuk menghindari kebosanan saat bersepeda, maka aku biasanya mendengarkan musik asyik untuk didengarkan. Rihanna, Beyonce, Adele, Taylor Swift, Drake, dan musisi lainnya selalu diputar dari handphone. 

Ternyata berkendara nggak boleh mendengarkan musik dengan earphone karena bisa ditegur polisi lho. Membahayakan diri sendiri dan orang lain! 

Aku pernah ditegur dua kali saat berada di Isesaki, Jepang dan Maebashi. Saat itu aku jalan jalan dan memasukkan earphone dibalik baju, tapi terlihat oleh polisi. Mereka memberhentikan aku dan menanyakan identitas lain seperti paspor dan juga zairyukado. Maaf pak polisi.

6. Lampu sepeda harus menyala

Ketika selesai belanja mingguan dengan sepeda hijau kesayangan, aku diberhentikan polisi dengan suara sirine mengagetkan. Dia menanyakan kenapa lampu sepeda nggak dinyalakan karena saat itu jam menunjukkan pukul 5 sore (pada musim dingin, matahari cepat terbenam). 

Aku yang terbiasa dengan ritme Indonesia melihat jam tangan sekilas karena masih sore, tapi karena ingat ini musim dingin, aku bilang nggak tahu. Bingung mau jawab apa.

"Harap nyalakan lampu sepeda agar kamu bisa melihat jalanan dengan jelas dan orang lain juga tahu jika ada kendaraan lewat atau dihadapannya. Intinya demi keamanan"

Aku mengaku salah dan minta maaf. Polisi juga kembali mengecek paspor dan juga zairyukado. Mungkin memastikan juga bahwa aku tinggal di Jepang dengan resmi, bukan ilegal.

7. Jangan merokok disembarang tempat

Jika kamu di Jepang, ada tempat rokok khusus yang disediakan oleh kantor atau stasiun tertentu. Gunanya tentu saja agar lebih aman, nyaman, lebih sehat bagi perokok pasif dan bersih lingkungannya.

Biasanya yang menyediakan tempat merokok khusus adalah dekat bangunan pemerintah, stasiun dan tempat makan.

8. Tidak makan di kendaraan umum

Sebenarnya di Indonesia dan Jepang hampir sama ya peraturannya, tapi jika di Jepang, aku hampir belum pernah melihat orang makan dan minum di kereta. Takut mengotori kali ya. Cuma aku pernah minum di dalam kereta soalnya haus banget, itupun diam diam karea malu juga.

9. Salam itu penting

Ohayougozaimasu, konnichiwa, arigatou merupakan kata kata ajaib untuk diucapkan. Itu semacam mantra sihir tingkat tinggi semacam Avada kedavra. Hahaha. Jika kita mengucapkan salam tersebut, maka dijamin lawan bicara akan langsung sumringah. Itu juga jadi semacam basic manner bagi semua orang.

10. Jangan beri tip

Jika kamujalan jalan keluar negeri khususnya amerika atau eropa, mungkin memberi tips adalah hal biasa, bahkan dianjurkan. tapi di jepang, no way! kamu bisa bisa dianggap melecehkan mereka karena niat baikmu itu. kenapa? bagi orang jepang, customer adalah raja, maka harus selalu diberikan service terbaik, jika orang tersebut memberikan tip, maka seolah mengecewakan mereka. Bilang saja arigatou ke mereka agar mereka semakin bangga. Itu yang dinamakan omotenashi di jepang. Hospitality!

11. Jangan menelpon di kereta

Aku pernah dapat telepon dari teman saat di kereta sewaktu mau jalan jalan ke Hanabi (festival kembang api saat musim panas) Takasaki. Aku ditegur masinis kereta saat menelpon. Dia membuat gesture tangan menerima telpon dan menyilangkannya, lalu menunjukan gambar yang tidak boleh dilakukan saat di kereta.

Baca juga: Menikmati sakura

Aku malu banget dan langsung mematikan telpon sambil minta maaf. Untuk orang Jepang yang ada disekitar diam aja sih, mungkin malu jika negur atau nggak mau tahu. 

Hal yang perlu diperhatikan saat di Jepang

12. Simpan kartu nama

Jika kamu berkenalan dengan seseorang dan orang tersebut memberikan kartu namanya, kamu harus simpan baik baik dan usahakan menyimpannya di dompet terlebih dahulu. Jika memungkinkan tetap dipegang terlebih dahulu sampai perkenalan telah dilaksanakan. Jika kamu langsung memasukkan ke kantong atau tas, maka hal itu sangat tidak sopan dan nggak menghargai si pemberi kartu.

Kartu nama juga bisa kamu gunakan saat membutuhkan oran tersebut.

13. Jangan meniup ingus

Jika ingusan, jangan sekali kali kamu membuat suara tiupan ingus. Jika mau membersihkan, maka pergilah ke toilet terlebih dahulu agar bersih. Tapi, aku juga kadang sebel jika melihat orang Jepang yang sedang flu. Mereka menghisap ingusnya dengan suara keras. Please, kalo pelan masih dimaklumi, jika kenceng, jijik juga kali.

14. Jabat tangan

Untuk jabat tangan, nggak harus dilakukan juga sih. Apalagi jika kamu orang asing, maka mereka akan mengerti. Lumrahnya ketika berkenalan atau pertama bertemu, maka akan saling membungkuk atau ojigi. Jika dengan orang Jepang, mereka akan makum kok. Malah, ketika aku berkenalan dengan orang Jepang, awkward jadinya. Akhirnya kita tertawa bareng, soalnya aku berusaha untuk membungkuk, tapi orang Jepangnya menyodorkan tangan. Haha.

15. Berbicara keras di jalan

Jika dijalan, kamu harus mengecilkan suara obrolan atau candaanmu karena jika suaramu keras, maka akan dianggap menggangu. Kebiasaan orang Indonesia yang bicara saat istirahat kerja cukup mengganggu orang Jepang. Kita sebagai orang Indonesia sering di "ststst" ama orang Jepang karena suara obrolan atau tertawa kita cukup keras.

Jangan lupa untuk baca kelanjutan artikelnya di Hal penting yang harus diperhatikan ketika di Jepang.